Bayi Tabung
0 comments
Bayi Tabung atau IVF (in vitro fertilization) merupakan sebuah istilah dalam kedokteran yang artinya metode pembuahan di luar rahim sang ibu.
Metode bayi tabung telah muncul sejak tahun 1978, dengan bayi tabung pertama yang bernama Lousie Brown. Metode ini dapat membantu pasangan-pasangan yang memiliki masalah dalam hal pembuahan.
Dasarnya, baik sang suami maupun sang istri memiliki kondisi yang subur. Hanya saja terdapat masalah pada alat reproduksi wanita yang mengakibatkan pembuahan tidak dapat terjadi di rahim. Lalu dimanakah pembuahan terjadi? Sperma dan sel telur diletakan dalam sebuah mangkuk bersama-sama agar dapat terjadi pembuahan.
Proses awal bayi tabung dimulai dengan menstimulasi sel telur sang ibu. Hal ini dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan yang disarankan oleh dokter. Karena penggunaan obat-obatan yang kurang tepat atau tidak cocok bagi pasien dapat memungkinkan terjadinya ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS) atau penghasilan sel telur yang berlebihan.
Satu siklus pelaksanaan metode bayi tabung membutuhkan waktu 6 minggu. Tingkat keberhasilan penggunaan metode ini sifatnya beragam. Hal ini tergantung jenis masalah yang dialami masing-masing pasangan terkait masalah pembuahan dan organ reproduksi.
Adapun faktor lain yang merupakan faktor yang terpenting adalah masalah usia. Semakin muda usia sang ibu, maka kondisi sel telurnya semakin baik, peluang keberhasilannya pun menjadi lebih tinggi. Kondisi berat badan sang ibu menurut salah satu website kesehatan juga mengatakan bahwa, semakin proporsional berat tubuh, maka semakin besar kemungkinan untuk sukses pada penggunaan metode ini.
Bagi mereka yang memiliki masalah kelebihan berat badan, disarankan untuk mengatur pola makan untuk mengurangi berat badan terlebih dahulu sebelum melakukan metode bayi tabung.
Berbicara soal kelebihan dan kekurangan, metode ini tentu memiliki keduanya. Sejauh ini, mayoritas anak-anak yang dihasilkan lewat metode ini dapat melalui perkembangan dan pertumbuhan yang normal seperti anak-anak lainnya yang melewati pembuahan normal.
Sedangkan untuk kekurangannya, dengan menggunakan metode ini, pada satu kali pembuahan dapat menghasilkan anak kembar, hingga triplets (kembar tiga).
« Bayi menangis dan cara mengatasi Next Post
Black Magic Pada Anak, Percaya Atau Tidak? »





