Seputar Imunisasi Campak

Posted by Aliyah 5 comments

campak pada bayiSudah diketahui secara umum bahwa imunisasi bayi bertujuan untuk memperkuat imunitas bayi terhadap suatu jenis penyakit, salah satunya penyakit campak. Campak atau rubella adalah penyakit infeksi virus golongan Paramyxovirus yang sangat menular. Gejala penyakit ini pada bayi berupa batuk, demam, ruam kulit serta peradangan pada selaput ikat mata. Secara statistik wabah campak pada bayi terjadi setiap 2-3 tahun sekali, maka untuk mencegahnya terciptakanlah vaksin campak. Dari data resmi WHO disebutkan bahwa sejak direkomendasikannya imunisasi campak di berbagai negara di dunia, jumlah penderita campak telah mengalami penurunan drastis bahkan hampir mendekati nihil selama satu dekade ini.

Kenapa imunisai campak perlu diberikan? Imunisasi diberikan pada bayi untuk menghasilkan kekebalan tubuh bayi. Secara medis, bayi usia 1 tahun yang mendapat imunisasi akan memperoleh kekebalan terhadap penyakit campak dibanding dengan bayi yang tidak mendapatkan imunisasi. Selain itu, penyakit campak yang terlanjur menginfeksi anak sehat dan gizinya cukup biasanya tidak menimbulkan dampak buruk yang serius. Sebaliknya pada sejumlah bayi tertentu penyakit campak dapat menimbulkan komplikasi serius, yaitu trombositopenia (penurunan jumlah trombosit) sehingga penderita mudah memar serta mudah mengalami perdarahan, infeksi telinga tengah, radang paru-paru, dan infeksi otak.

Imunisasi campak diberikan pada bayi sebanyak dua kali, yaitu di usia bayi 9 bulan dan saat telah berusia 6 tahun. Imunisasi pertama dilakukan karena mulai usia 9 bulan biasanya daya tahan tubuh alami pada anak akan menurun sehingga mudah terserang penyakit . Apa lagi campak sering terjadi pada anak usia balita. Tapi tidak semua bayi bisa memperoleh imunisasi campak yaitu bayi dengan riwayat tuberkolosis yang tidak terobati, bayi yang menderita penyakit kanker, dan bayi yang sangat alergi terhadap gelatin dan antibiotik.

Seperti pada jenis imunisasi bayi lainnya, terkadang imunisasi campak dapat menimbulkan efek samping bagi bayi. Pada 5-15% bayi akan mengalami demam dan ruam merah setelah mendapatkan imunisasi, tapi akan segera pulih dengan sendirinya. Orang tua hanya perlu memberikan cairan ASI dan istirahat lebih banyak pada bayi.

5 Comments
Dec 4, 2011
10:56
#1 shu marni :

kalo suntik campak telat, umur 11 bulan dilakukan bagaimana??
mohon informasinya

Dec 5, 2011
09:19
#2 Admin :

sebaiknya segera dilakukan bila ada kesempatan bu.. campak termasuk imunisasi pokok yang tidak boleh dilewatkan.

Jul 16, 2012
17:43
#3 ummu yazid :

anak saya sudah 5 hari yg lalu diimunisasi campak,, tapi kok sampai sekarang dia tidak demam ya seperti yg terjadi pada bayi kebanyakan?

Dec 8, 2012
12:20
#4 hellena :

Apakah ada ujicoba terlebih dahulu jika bayi usia 15 bulan tidak diimunisasi campak

Jan 2, 2013
12:29
#5 Helena :

Anak saya imunisasi campak 9 hari yg lalu, setelah imunisasi panas naik turun, bahkan sempat panas tinggi, bersyukur tidak apa2, pada hari ke 7 – 9, timbul bercak2 merah dibadan, apakah ini wajar? tolong infonya

Leave a Comment

Name

Email

Website

Previous Post
«
Next Post
»